18 Januari 2008

Sex Movie ala Indonesia

SEX MOVIE Ala Indonesia : Tumpulnya Gunting Lembaga Sensor Film

Oleh : Susetyo Dwi Prihadi *

Dalam 7 tahun belakangan ini perfilman Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali. Dimulai pada sekitar tahun 2001 Film Ada Apa Dengan Cinta ? (AADC) menggugah kembali penonton yang rindu akan film-film Indonesia yang keadaanya pada waktu itu memang sedang mati suri untuk menonton kembali. Dan film yang bergenre Romantis ini menjadi Trade Mark dikalangan pengusaha film untuk berlomba-lomba membuat film dengan jenis yang sama. Jadilah sepanjang tahun 2001 hingga sekarang penonton dicekoki oleh berbagai macam jenis film romantisme ini.

Tapi sayangnya seperti mengulang pada kesalahan sama, film-film Indonesia tidak diimbangi dengan kualitas yang memadai. Asal film itu ada adegan cinta-cintaan dan pacarannya sudah bisa disebut dengan film romantis Walhasil, film-film itu dibuat secara asal-asalan yang penting jadi. Dan berjamuranlah di bioskop seantero Jagad wilayah Indonesia..

Ketatnya persaingan diantara para pembuat film, membuat para pengusaha film menambahkan bumbu-bumbu kreatifitas yang nyeleneh. Kalau dahulu adegan ciuman antara Cinta dengan Rangga di film AADC hanya dilakukan sekali dan pada adegan terakhir. Sekarang biar menambah minat penonton, adegan ciumannya dilakukan hampir disetiap scene, salah satu pelopornya adalah Film “Buruan Cium Gue”, film yang memang menuai kontoversi dan bahkan oleh salah satu dai kondang diganti judulnya dengan judul “Buruan Zina Gue” sempat ditarik peredarannya, tetapi tetap saja film ini menjadi “ikon” dan “kiblat” para pembuat film untuk membuat film sejenisnya.

Bukannya makin “sopan’” film-film yang katanya romantis itu makin menjadi, selain adegan ciuman yang paling hot juga ditambah adegan syur sebagai pemikat dalam film. Banyak contohnya dan salah satunya adalah Film “Realita Cinta Dan Rock and Roll”. Memang adengan syur ini dibungkus secara ‘rapih’ dan tidak kelihatan ke syrurannya. Tapi tidak bisa dipungkiri film ini menjadi pembenaran bahwa adegan syur itu perlu.

Lihat pada tahun 2007 lalu, bagaimana film “Quckie Ekspres” yang meceritakan perjalanan seorang Gigolo di Indonesia.Film ini Mengupas habis adegan syur antara gigolo dengan para tante-tante kesepian. Saya juga tidak mengerti apakah film yang katanya berdasarkan kisah nyata itu benar- benar ada ?. Bayangkan saja gigolo pada film itu dikemas sebagai pekerjaan yang professional, diceritakan pada film yang mirip dengan “duecthe gigalow” buatan Hollywod itu calon gigolo dilatih secara professional oleh sang “ahli” ditambah alat peraga yang moderen, pokoknya mirip pelatihan agen rahasia dalam film James Bond.

Tetapi itu belum seberapa dengan adegan pada film yang paling terbaru buatan Multivision Picture yaitu, “Kawin Kontrak”. Sudah bisa ditebak dari judulnya bahwa film ini bercerita tentang masalah kawin kontrak, perkawinan yang bersifat sementara dengan perjanjian dan sebatas hanya memenuhi sex belaka. Perkawinan yang dalam Islam jelas-jelas dilarang ini malah justru menjadi pembenaran bagi tiga tokoh yang diceritakan baru lulus SMU dan punya nafsu sex yang menggebu-gebu. Bahkan dalam satu dialog dikatakan bahwa kawin kontrak ini sebagai ‘plesiran halal’

Di film ini ditampilkan adegan syur yang membuat para penonton dadanya berdegup kencang. Bagaimana tidak ? lekukan tubuh wanita yang hanya dibalut oleh sehelai handuk saja tergambar jelas dengan durasi yang lumayan lama. Belum lagi dialog-dialog yang tidak pernah lepas dari kata viagra serta adegan hubungan suami-istri digambarkan dengan malu-malu tapi jelas. Dan cocok sekali kalau saya mengatakan inilah sex movie ala Indonesia

Parahnya lagi para pemain film kita yang asili Indonesia mengatakan bahwa adegan ini adalah tuntunan scenario dan sebagai bentuk profesionalisme. Wah, kalau begitu apa bedanya mereka dengan-maaf- pelacur. Toh mereka juga melakukan hubungan intim atas nama profesionalisme kerja. Kalau begini, malulah saya sebagai bangas yang menjujung tinggi nilai-nilai timur yang katanya penuh dengan kesopanan. Budaya barat makin bangga mereka usung sebagi ternd masa kini.

Lalu dimanakan LSF (lembaga Sensor Film). Ternyata mereka pun tidak bisa bekerja dengan maksimal. Lihalah bagaiman ketua LSF,Tite Said, pada ditanya saat wawancara dengan wartawan mengenai batasan pornografi dalam film.ah, ternyata dia pun tidak bisa menjawab. Bahkan jawabnnya sering berubah-ubah. Lalu buat apa ada Lembaga Sensor kalo tidak bisa menyensor ?.

Pemerintah harus tegas dalam hal seperti ini, batasan mengenai pornografi ataupun pornoaksi harus tegas. Karena selama ini masayrakat dibuat bingung antara porno dengan “Cuma” adegan porno. Untuk maslah ini salah satu solusinya adalah segera disahkannya Rancangan Undang-undang Pornografi dan pornoaksi atau RUPP. Undang-undang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini ternyata berhenti di tengah jalan. Padahal kalau saja undang-undang ini selesai, saya yakin tidak ada lagi kerancuan mengenai batasan pornografi tadi. Pemerintah jangan mau ditekan oleh ‘oknum’ seniman yang mengatas namakan seni tersebut. Seni tidak harus melulu menampilkan adegan syur atau wanita yang hanya dibalut handuk. Seni lebih dari itu, karena seni yang indah adalah seni yang dimata tuhan itu dilarang, karena rasa seni itu tercipta dari sang Maha Pecinta Seni. Anak cucu kita adalah generasi yang harus selalu ingat akan nilai-nilai luhur leluhurnya, yang itu selalu penuh dengan nilai kesopanan.

* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sahid dan Penikmat film bermutu

1 Komentar:
Pada Sabtu, Januari 19, 2008 , Blogger razli mengatakan...

Ass wr.wb bro, salut ma tulisannya, saya adalah pemboikot sejati produk (hampir sebagian besar) film indonesia.

indutri yang dibagun dengan input human resource yang kacau, jangan kaget kalo outputnya ancur.

pernah ada suatu masa, dimana film indonesia pernah ada di di hati saya, gw ga' inget waktunya, mungkin waktu umur 4 - 6 tahun, cuma ada 1 layar tancap di daerah transmigrasi ( sebagian besar adalah penduduk pendatang dari jawa, umumnya bekerja di perkebunan teh) segede kota muarobungo jambi (gw ikut orangtua, yang ditugasin jd dokter ptt disana).

ada takjub campur bingung ala anak kecil, cuma gw liat ceritanya indonesia banget, belom masuk apa yang dinamain budaya negatif MTV disana, adegan silat diatas pohon, desingan peluru merebut kemerdekaan. gw liat semua, ge seneng jadinya.

sekarang gw idup di dunia utopia, dimana gw, umur 23 taon, berdoa diberi kesempatan sekali lagi ama Allah, buat nonton film indonesia yang berkualitas.

 

Posting Komentar

Siapun boleh ngehina gw.Termasuk loe

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda

Siapa Sih Lo...
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, jakarta selatan, Indonesia

Saya..Pemuda yang beranjak 17 tahun..Gak Percaya? Cek aja KTP saya...


Chat to me


Contact

E-mail :setyoprihadi@yahoo.com
FBGaptek
IM:Tyo_saksi@yahoo.com

 


Catatan Gw Yang Terbaru

Tyo dan Dunia Sekitarnya

Plurk Tyo



Hinalah Aku



Mampir-mampir juga ke
Aca Aja
Benazio
Boditea
Danang
My Boss
Adekezia
Bajay Gaul
Bani Teramat biasa
Cumi cungkring
Dimas gak keren
Kampung Bisnis
Ke Nezz
manusia Juli
Meisha
Marlina si Vanila
Mellovegood
Ms Dudul
Nia Collorfull
Raja Upil
Rival Blog
Anak Patung pancoran
Risa yang katanya Cadel
Ridu blog
si buntel
sumber bagi juve mania
Tomat pitak
dimas novri
Zeta blogcomic
zonanya Bociel
Ayu Hanafiah
Ika-hardy
Ipied Gokil
paams blog
popok bekas
Phiee Blog
smaragdina
Harry-dunia maya
angga angelina
Maroon sanctuary
Qempes makan pepes
dede fortinmart
Om Tando-wi-yahya
Mrs Anna blog
Slugger
Unni Hyori penguasa 4 bahasa
Boim LeBon
Puzzy
Orang Plinplan NRL
Nico Wijaya
Qyusha Ha..ha.ha
Roy Si Katak
Tante Nindya
T C
Raka Sunny
Mike
Amaterasu
Beruang Gila
Perih Cahaya
Aisha
Aluna kantong ajaib
Isma
Nia rama
The Amstrong
Ahead
Weni na aca
Elric Sister
presyprezl
ecangcut
chiee si wanita perkasa
Nana Blog
Gytha Cireng
Agrit
MAudi yg senang ditabok
Unee
Chal The Kotak surat man
Aii Imoet (yakin?)
Uchi Autish
BAniDotCom
Tante eucalyptus
The Pokari team
Sapi Bunting
Shabrina
Shiinn
The Pokari team
renal
Mas Antown
Lyn
Catatan Si Bebek
Raida Zona Teknologi
Adhini
FiZI
Maryah
dee Adp
ahmad kadalisme
The Story Of Adya
Natan natan
Alya Ajah
Catatan Kodok
Inda bukan Indah
Jovie
Baby Pianist
Shely Blog
Yuni Blog
Vian Blog
Shinta Lutung
Adhie132
Budiero
Kiki perempuan Iseng
Oktasihotang
Lyuth Blog
Alia Blog
Kita Blog Bali(adhi & Satria)
Mama Dio (gadis beranak satu)


Komen yang udah-udah
Ini adalah blog yang membuat anda menyesal datang ke sini