30 Maret 2008

Gagah Jelita

Minggu,30 Maret 2008

Kalo ada yang nanya,apa sih yang identik dengan Jakarta?.Hampir 22,5 orang yang gw tanyain (yang 0,5 itu si Manis Jembatan Ancol,dedemit yang gw temuin saat-saat tidak terduga) pasti menjawab Monas,dan kemacetan.Botol sekali,kalo gak macet bukan Jakarta namanya,bejibun Motor dan Mobil dari segala merek mulai jaman goyang poco-poco sampai dengan sekarang jamannya Dewi Perssik goyang gergaji,semuanya tumpah ruah di Kota ini,makanya gak heran dah tiap hari macet dan macet selalu jadi langganan di Ibukota Indonesia ini. Loe kalo mau jalan di Jakarta selain harus siapin mental juga siapin iman loe.

Dan Monas,yang merupakan ikon Jakarta sudah seperti bagian yang tidak terlepaskan dari ibukota yang terkenal paling kejam urutan kedua setelah ibu Tiri. Bahkan monas menjadi logo resmi Jakarta,karena menurut sejarah sebelum diputuskan memakai logo ini,terjadi perdebatan panas antara memakai monas,Orangutan,dan tukang kerak telor.Tapi demi menjaga estetika dan etika dipilih gambar Monas hingga saat ini.

Akan tetapi walaupun Monas udah ada sejak jaman gw belum lahir,hingga saat ini idup hampir 23 taon,gw belum pernah yang namanya ke Monas,padahal secara geografis dan nalar sehat gw idup gak terlalu jauh ama Jakarta,jadi seharusnya gw bisa dong tiap hari ke Monas.Tetapi secara gitukan,makin majunya jaman membuat Monas harus kehilangan wibawanya,ini dikarenakan Monas hanya dikunjungi oleh para warga Jakarta yang pengen liburan tapi duit pas-pasan serta para pembokat yang doyan pacaran tetapi gak doyan ngeluarin uang,pokoknya dulu Monas dimata gw gak banget dah apalagi Masa-masa puber itu (ciee,puber) Gengsi gw masih SEGEDE biji jagung.

Tapi itu semua terpupus seiring perjalan waktu.Rasa nasionalis dan demi menjaga nilai-nilai warisan leluhur gw berkeinginan kembali untuk datang ke Monas. Tapi sisa-sisa Gede rasa gw masih ada,gw nyari temen yang sama-sama belom pernah menginjak kakinya di Monas.Singkat cerita gw berhasil meyakinkan temen gw yaitu Fajri dan Hadi untuk ngikut gw ke Monas, tadinya mereka berdua gak mau ikut alasanya si Hadi dia takut sama ketinggian, dan Si Fajri phobia sama orang-orang jelek,apalagi dia paling takut sama kawasan yang diisi sama muka-muka yang 7.500an alias muka-muka pembokat (karena harga tiket ke Monas emang 7.500), tapi alasan itu langsung gw bantah karena muka dia juga ternyata juga gak jauh beda ya muka-muka cenggo lah alias muka seribu limaratusan..

Oke akhirnya gw bisa menginjak kaki diatas puncak Monas,dengan melalui perjuangan yang teramat berat,bayangin aja kita ngantri ampe tiga jam lebih,ini dikarenakan Liftnya Cuma satu,dan dipakai ama pengunjung rata-rata 1000orang/hari. Makanya gw agak dag-dig-dug takut-takut tiba-tiba Liftnya macet ditengah jalan,dan oh gw gak bisa bayangin kalau gw terperangkap di Lift itu. Tapi untunglah itu semua gak terjadi, gw naik dan turun dengan selamat, walaupun pas diatas ternyata di puncak Monas emang gak ada apa-apanya,masih kalah tinggi sama gedung-gedung yang ada disekitarnya. Kata bokap temen gw sih dulu bisa terlihat sampai Tangerang, karena sekarang udah gak bisa lagi karena terhalang sama gedung di sekitarnya. Tapi yasuwdahlah yang penting gw bisa mencatatkan sejarah bahwa gw pernah menginjakkan kaki di Monas, I Think this is great story for My son.maybe…

Hari semakin senja di Jakarta, akan tetapi monas tetap setia menanti pengunjung-pengunjungnya yang masih penasaran dengan si jangkung yang udah gak tinggi lagi itu. Gw pun pulang naik Busway,salah satu ikon baru di Jakarta, sebuah alat transportasi masa depan yang katanya sebagai salh satu solusi untuk memecahkan kemcetan, tetapi walupun pada kenyataanya gak juga. Tetapi sisi positifnya adalah harga tiket yang Cuma 3500 perak gw bisa muterin Jakarta sampai muntah-muntah dah.

Saat itu Busway gak begitu ramai seperti biasanya, gw dan Hadi yang kebetulan satu arah pulangnya berencana akan turun di Halte Manggarai, yang berarti gw harus transit sebanyak tiga kali, cukup pegal memang tapi demi pengiritan dan kenyamanan terpaksa kita lakukan. Busway itu berjalan dengan kecepatan biasa, disetiap halte diberhentikannya dengan tepat tanpa terlewat. Sampai suatu saat musibah itu datang…..

Pas di Halte Gambir II,tepatnya didekat setasiun Gambir masuk segerombolan orang, yang terdiri dari : dua emak-emak beserta 3 anaknay,dua laki-laki kekar dan tegap yang gw pikir itu satu keluarga besar, secara gitukan, badan mereka gede-gede kayak truk gandeng. Si cowok kekar dan tegap I berdiri tepat di depan gw, dengan posisi membelakangi gw, jadinya tepatnya kayak posisi kalo kita lagi antri geto loh.

Awalnya gw ama Si cowok Kekar dan tegap I itu gak ada masalah, tapi lama-lama gw mengendus sebuah ada keganjingan (pengandaian baru dari istilah keganjilan,dipopulerkan oleh mas slamet tahun 2007 lalu). Karena begini Si Cowok kekar dan tegap I itu setiap Busway berhenti dan goyang-goyang bohai, posisi bokong tepatnya –maaf- dubur selalu tepat di –maaf- alat kelamin gw. Dan peristiwa itu terjadi gak Cuma sekali tetapi berkali-kali, dan lama-lama kayak adegan hubungan seks maju-mundur gitu, akan tetapi ini dilakukan oleh sesama pria dewasa, di bus pula.Oh Ya Alloh…tolong

Sialnya gw menikmatin,ehm,maksudnya gw risih dengan kejadian itu akan tetapi gw masih ragu apa iya ini disengaja, karena dalam pikiran gw gak mungkin disengaja karena dia punya keluarga,dah gitu punya anak juga, tapi kok kejadiannya kayak disengaja. Duh gw pusing, mau negor gak enak takut salah, gak ditegor kok kayaknya dia keenakan. Alhasil selama perjalanan gw gelisah, apalagi di bus udah mulai rame, jadi posisi gw stag geto, bokong dia mundur,alat vital gw maju,jadi...ya gitu deh.”Argh enak,argh enak…eh,Argh gak enak,sial,kampret,Astagfirullah”batin gw selama di di bus itu.

Allah Maha Adil dan Bijaksana, transit pertama gw di senen tiba juga, gw bisa bernapas lega karena gw bisa keluar dari lembah hitam itu. Gw pun buru-buru turun, dan langsung gw certain pengalaman itu ke Hadi, teman seperjalanan gw. Si Hadi bilang gini

Hadi : Wah yo, kayaknya loe emang disodomi secara gak langsung deh
Gw : Tapi, masa dia sengaja, kan dia punya anak ama istri, masa iya dia termasuk Biseksual “
Hadi : “PUNYA ANAK DAN ISTRI GIMANA, TUH LIAT DIA CUMA BERDUA AMA LAKI-LAKI JUGA DAN LAGI CENGAS-CENGES PULA”
Gw : *Hah jadi yang tadi masuk bareng ama dia bukan anak sama*, batin gw sambil terpengarah ngeliat dua cowok kekar dan tegap tapi jalannya lenggak-lenggok kayak bajaj yang lebih tepatnya sih gw bilang "Gagah Jelita".
BERATI GW TELAH DIPERKOSA SAMA HOMO DI BUS LAGI…..TIDAKKKK……..

Gw emosi,gw marah,kesucian gw telah terengut oleh bajingan itu, apa yang hendak kuakatakan pada istriku nanti kalo gw udah gak perjaka lagi. Pengen gw samperin mereka dan gw tonjuok. Tapi niat itu langsung gw urungin saat melihat badannya yang seterek itu. Hmm, gw langsung sadar dan berpikir kalau kayak gini gw akan mengadu kemana?. Kalo cewekkan ada Komisi Perlindungan Perempuan, nah cowok masa ada Komisi Perlindungan Laki-laki ?.Apa iya gw harus bikin KOMPASH (Komisi Perlindungan Akibat di Sodomi Homo) .hah,mungkin ini jadi pelajaran buat gw supaya bisa menjaga barang-barang dan ‘barang’ dengan benar.

Di Busway inilah kesucianku terenggut

2 Komentar:
Pada Minggu, Maret 30, 2008 , Anonymous Anonim mengatakan...

ha.ha berarti loe dah gak perjaka dong

 
Pada Senin, Maret 31, 2008 , Anonymous aca mengatakan...

gw liat blog lo di sut box gw
thnx udh baca buku gue

BTW, tulisan lo gokil abis!!
palagi pas yg ada foto cinta laura (ketabrak gerobak sampah?)
supah!!gokil!

salam,
aca

 

Posting Komentar

Siapun boleh ngehina gw.Termasuk loe

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda

Siapa Sih Lo...
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, jakarta selatan, Indonesia

Saya..Pemuda yang beranjak 17 tahun..Gak Percaya? Cek aja KTP saya...


Chat to me


Contact

E-mail :setyoprihadi@yahoo.com
FBGaptek
IM:Tyo_saksi@yahoo.com

 


Catatan Gw Yang Terbaru

Tyo dan Dunia Sekitarnya

Plurk Tyo



Hinalah Aku



Mampir-mampir juga ke
Aca Aja
Benazio
Boditea
Danang
My Boss
Adekezia
Bajay Gaul
Bani Teramat biasa
Cumi cungkring
Dimas gak keren
Kampung Bisnis
Ke Nezz
manusia Juli
Meisha
Marlina si Vanila
Mellovegood
Ms Dudul
Nia Collorfull
Raja Upil
Rival Blog
Anak Patung pancoran
Risa yang katanya Cadel
Ridu blog
si buntel
sumber bagi juve mania
Tomat pitak
dimas novri
Zeta blogcomic
zonanya Bociel
Ayu Hanafiah
Ika-hardy
Ipied Gokil
paams blog
popok bekas
Phiee Blog
smaragdina
Harry-dunia maya
angga angelina
Maroon sanctuary
Qempes makan pepes
dede fortinmart
Om Tando-wi-yahya
Mrs Anna blog
Slugger
Unni Hyori penguasa 4 bahasa
Boim LeBon
Puzzy
Orang Plinplan NRL
Nico Wijaya
Qyusha Ha..ha.ha
Roy Si Katak
Tante Nindya
T C
Raka Sunny
Mike
Amaterasu
Beruang Gila
Perih Cahaya
Aisha
Aluna kantong ajaib
Isma
Nia rama
The Amstrong
Ahead
Weni na aca
Elric Sister
presyprezl
ecangcut
chiee si wanita perkasa
Nana Blog
Gytha Cireng
Agrit
MAudi yg senang ditabok
Unee
Chal The Kotak surat man
Aii Imoet (yakin?)
Uchi Autish
BAniDotCom
Tante eucalyptus
The Pokari team
Sapi Bunting
Shabrina
Shiinn
The Pokari team
renal
Mas Antown
Lyn
Catatan Si Bebek
Raida Zona Teknologi
Adhini
FiZI
Maryah
dee Adp
ahmad kadalisme
The Story Of Adya
Natan natan
Alya Ajah
Catatan Kodok
Inda bukan Indah
Jovie
Baby Pianist
Shely Blog
Yuni Blog
Vian Blog
Shinta Lutung
Adhie132
Budiero
Kiki perempuan Iseng
Oktasihotang
Lyuth Blog
Alia Blog
Kita Blog Bali(adhi & Satria)
Mama Dio (gadis beranak satu)


Komen yang udah-udah
Ini adalah blog yang membuat anda menyesal datang ke sini