4 Maret 2013

Indonesia is #BBBaru Country


BB-ku udah tua, waktunya diganti. *Uhuk* *kode*

Ketika gue masih kuliah, pihak kampus mengadakan seminar tentang jurnalistik online dan pelatihan membuat blog. Gue sengaja ikut, karena saat itu tahun 2006 membuat blog menjadi sebuah tren yang baru.

Seminar tersebut menggandeng sponsor rokok dan operator telekomunikasi. Sebagai bagian dari perjanjian, pihak sponsor meminta satu sesi khusus untuk menawarkan produknya. Kita sebagai peserta terpaksa melihat, karena sesi itu hadir di tengah-tengah pelatihan. Ya, semacam commercial break.

Walau terkesan dipaksakan untuk melihat, ada satu sesi yang menarik untuk disimak. Presentasi itu datang dari Excelcomindo (XL)-- sekarang namanya XL Axiata-- yang merupakan sponsor dari pihak operator telekomunikasi.

"Ini adalah smartphone baru, namanya BlackBerry. Ini bukan jenis seri baru dari Nokia. Jadi, kalau kalian cari di Roxy, terus nanya 'Nokia BlackBerry-nya ada, koh?' Saya jamin engkoh-engkoh itu ga akan tahu," kira-kira begitu salah satu presentasi dari pihak XL.



Sebuah BlackBerry 7250 yang ditujukan oleh pihak XL melalui presentasinya lah, yang gue anggap sebagai awal perkenalan gue dengan BlackBerry. 

Waktu itu gue jelas belum tertarik beli, pertama kantong gue masih dompet mahasiswa. Kedua, papan keyboard qwerty di BlackBerry menurut gue sangatlah 'norak'.



BlackBerry 7250 (Foto diambil dari Wikipedia)


Layaknya cerita ala balada romantisme ndeso di Sinetron Indonesia, perkenalan antara gue dengan BlackBerry berakhir begitu saja. Gak ninggalin kesan apapun. 

Kecuali bila cerita ini diangkat ke layar kaca, mungkin antara gue dan BlackBerry ketemu lagi di Bali, terus BlackBerry ga sengaja mau nabrak gue, *Zoom in-Zoom Out*, lalu kita pacaran dan ga lama hamil.

Untungnya enggak.

"Kalau jodoh gak akan kemana". Ini pepatah yang cocok menggambarkan keadaan gue sama BlackBerry. Karena empat tahun setelah presentasi itu, BlackBerry akhirnya booming di Indonesia. Tahun 2010, gue pun kesampaian membeli BlackBerry 8520, yang tergolong murah di kelasnya.

Secara resmi BlackBerry 8520 menggantikan Nokia Comminicator 9300 untuk kerja. Walaupun tiap minggu gue didatangin debt collector yang nagih duit cicilan, yang baru dibayar sekali.

Sebagai pekerja yang butuh mobilitas tinggi dan suka mengirit pulsa, BlackBerry langsung membuat gue jatuh cinta. Bukan karena BlackBerry lagi naik daun aja, tapi memang gue terbantu banget dengan smartphone ini.

Pakai BlackBerry gue bisa,

  • - Ngirim dan nerima Email semudah SMS
  • - Nulis dan ngetik tulisan gak perlu buka laptop dan tentunya fleksibel. 
  • - Gonta-ganti status Bbm (Waktu itu ngeganti status tiap menit belum disebut alay).
  • - Dan yang paling penting ngirim email atau nulis status di Facebook ada embel-embel 'sent from my blackberry'. Maka level ketampanan gue naik 100%. Walaupun pas paket BBnya abis, langsung anjlok 120%.

Tepat 2 tahun setelah beli BlackBerry gue, hampir semua orang di Indonesia rata-rata sudah beli atau punya kotak 'pintar' ini. Sebut aja mulai dari pejabat, selebritis sampai sales sayuran semua pakai Blackberry.

Saking banyak orang yang punya BlackBerry, sampai-sampai negara Indonesia disebut sebagai  Blackberry Country sama media asing. Entah gue harus ngenes atau nangis.

Di tahun 2011, gue pernah diundang oleh salah satu vendor ponsel berbasis di eropa, ke Singapura. Ya, gue emang termasuk lumayan sering ke Negeri Singa ini.  Dalam setahun gue bisa tiga kali ke Sana. Bahkan gue pulang kampung pun belum tentu setahun sekali. *pelan-pelan nangis*.

Saat perjalanan dari bandara ke venue acara, gue menumpang mobil yang sengaja di-carter. Karena jumlah penumpang lebih sedikit dari mobilnya, akhirnya gue cuma sendiri di mobil itu.

"Darimana asal Anda, pak?" Tanya si supir yang belakangan gue ketahui namanya adalah Lee, Uncle Lee dia biasa dipanggil.

"Dari Indonesia."

Sekelebat gue lihat si Uncle Lee ini ngelirik BlackBerry gue. Dan gue akuin saat itu gue lagi BBMan, sehingga kosentrasi gue agak kepecah.

Gue emang ga bisa lepas dari BlackBerry, bahkan hanya beberapa keluar dari imigrasi gue langsung nyalain BB. Beruntung gue pake paket BlackBerry dari XL, pergi ke luar negeri cuma ganti settingan operator terus cabut baterai gue. Dan ini yang penting, saat itu GRATIS di 3 hari pertama.

Dan cus..gue langsung sibuk...Sibuk ganti status Facebook, Foursquare dan Twitter. Tulisannya sama 'Just Landed @changi Airport". Gue makin terlihat keren.

"Orang Indonesia banyak yang belanja di sini. Tiap akhir minggu, saya sering mengantar orang indonesia" kata Uncle Lee.

"Oh ya..." (Kata gue dalam hati: Sumpe loe?)

"Banyak loh yang beli aprtemen di sini. Memang di sana banyak sekali ya orang kaya ya?"

"Hehhe...Lumayan" (Kata gue dalam hati: Menurut loe??)

Uncle Lee melanjutkan menyetirnya. Sedangkan gue masih sibuk update status. Tapi gak lama diajak ngajak gue ngobrol lagi. Untuk ukuran orang Singapura yang pelit ngomong, Uncle Lee termasuk rajin ngajak ngobrol.

"Saya baca di media, negara Anda banyak sekali menggunakan BlackBerry. Sampa-sampai disebut Negara Blackberry"

"Oh ya betul itu."

"Kenapa bisa booming sekali, ya? Di Singapura, kebanyakan dari kami memakai iPhone atau Samsung." Uncle Lee mulai pongah, gue mulai Jengah.

"Ummm...Karena kebanyakan dari artis kami menggunakan BlackBerry. Sehingga banyak dari masyarakat kami ikut menggunakannya. Tapi ga sedikit kok, yang memakainya karena memang untuk kebutuhan penunjang kerjanya. Seperti saya contohnya."

Uncle Lee hanya bergumam 'ooo', lalu kembali berkonsentrasi melihat jalanan. Dan gue cuma meringis.

Harus kita akuin bahwa BlackBerry di Indonesia terlambat ngetren. Walaupun perangkat ini sudah masuk sejak tahun 2004. Masalahnya simpel, karena cara jualan di barat sana ga cocok diterapin di Indonesia.

Di luar negeri, kebanyakan pengguna BlackBerry adalah pascabayar (pakai dulu,baru bayar tagihannya belakangan), sedangkan di Indonesia, kebanyakan pengguna prabayar.

Alhasil, di luar negeri, ga ada tuh paket BlackBerry Harian, Mingguan, Bulanan, Gaul atau Bisnis. Makanya cuma di Indonesia dan satu-satunya di dunia, paket ini diterapkan dan sukses.

Walaupun kita terlambat mengadopsi BlackBerry, bagi gue its not matter-lah. Lihat sisi baiknya, secara pribadi gue amat tertolong pakai BlackBerry.

Dulu, setelah tulisan gue selesai, gue harus buka browser, buka situs emai-log in dan sebagainya. Itu butuh waktu bange. Sekarang, pakai BlackBerry, gue hanya perlu merem buat kirim artikel kayak ngirim SMS.

Dulu, gue juga terbatas kalau menggunakan layanan instant messaging. Sekarang berkat BBM, gue gak hanya bisa kirim tulisan tapi juga gambar bahkan suara.

Tapi secara keseluruhan, menurut gue, berkat BlackBerry berlahan orang Indonesia melek internet. Percaya gak, cuma di Indonesia, adopsi internet dimulai dari mobile lebih dulu baru ke desktop.

Gue merasa terbantu banget sama BlackBerry, bahkan smartphone terlama gue ya BlackBerry. Ketika BB Gemini gue rusak, gue langsung menggantinya dengan Onyx 2 *Tetap nyicil ya, bok*.

Makanya gue amat ga suka kalau masih ada yang bilang "Men, masih pakai Blackberry? Alay dong luh." atau "Pembokat gue juga pake BlackBerry tuh"

So What? 

Walaupun awalnya BlackBerry dibeli karena jejaring sosialnya kayak Facebook atau Twitter, berlahan sudah banyak yang digunakan untuk kepentingan bisnis, kok. Persis kayak tujuan awal kenapa BlackBerry dibuat.

Gak percaya? Gue sekarang mesen sayur atau manggil ojek pakai BlackBerry, loh. Ini belum termasuk pedagang online atau perusahaan multinasional yang nyantumin Pin BB-nya buat berhubungan dengan customer.

Okelah, masalah di BlackBerry dari dulu tuh ada dua, kalau ga jam pasir ya kameranya burem. 

Tapi itu dulu, sob. Sekarang BlackBerry punya OS BB10. Keren gilak! Semua tampilannya berubah, aplikasinya banyak, dan paling penting diklaim ga lemott!





Denger-denger BlackBerry Z10 gak butuh waktu lama buat launcing di Indonesia. So, kita ga akan lagi telat ngadopsinya. Gue sih gak heran kalau nanti ada yang bilang, Indonesia is #BBBaru Country!

Kalau diperuntukkan untuk sesuatu yang baik.Kenapa ga, toh?

"Maaf Uncle Lee..Ngomong-ngomong pakai ponsel apa? iPhone atau Samsung Galaxy S III, nih?" Tanya gue penasaran.

Uncle Lee merogoh kantong celananya, dan jeng jeng jeng...Dia mengeluarkan "Nih, saya cuma pakai Nokia 3310. Masih awet,loh."

"...." *Pengen loncat dari jendela mobil*

0 Komentar:

Posting Komentar

Siapun boleh ngehina gw.Termasuk loe

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda

Siapa Sih Lo...
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, jakarta selatan, Indonesia

Saya..Pemuda yang beranjak 17 tahun..Gak Percaya? Cek aja KTP saya...


Chat to me


Contact

E-mail :setyoprihadi@yahoo.com
FBGaptek
IM:Tyo_saksi@yahoo.com

 


Catatan Gw Yang Terbaru

Tyo dan Dunia Sekitarnya

Plurk Tyo



Hinalah Aku



Mampir-mampir juga ke
Aca Aja
Benazio
Boditea
Danang
My Boss
Adekezia
Bajay Gaul
Bani Teramat biasa
Cumi cungkring
Dimas gak keren
Kampung Bisnis
Ke Nezz
manusia Juli
Meisha
Marlina si Vanila
Mellovegood
Ms Dudul
Nia Collorfull
Raja Upil
Rival Blog
Anak Patung pancoran
Risa yang katanya Cadel
Ridu blog
si buntel
sumber bagi juve mania
Tomat pitak
dimas novri
Zeta blogcomic
zonanya Bociel
Ayu Hanafiah
Ika-hardy
Ipied Gokil
paams blog
popok bekas
Phiee Blog
smaragdina
Harry-dunia maya
angga angelina
Maroon sanctuary
Qempes makan pepes
dede fortinmart
Om Tando-wi-yahya
Mrs Anna blog
Slugger
Unni Hyori penguasa 4 bahasa
Boim LeBon
Puzzy
Orang Plinplan NRL
Nico Wijaya
Qyusha Ha..ha.ha
Roy Si Katak
Tante Nindya
T C
Raka Sunny
Mike
Amaterasu
Beruang Gila
Perih Cahaya
Aisha
Aluna kantong ajaib
Isma
Nia rama
The Amstrong
Ahead
Weni na aca
Elric Sister
presyprezl
ecangcut
chiee si wanita perkasa
Nana Blog
Gytha Cireng
Agrit
MAudi yg senang ditabok
Unee
Chal The Kotak surat man
Aii Imoet (yakin?)
Uchi Autish
BAniDotCom
Tante eucalyptus
The Pokari team
Sapi Bunting
Shabrina
Shiinn
The Pokari team
renal
Mas Antown
Lyn
Catatan Si Bebek
Raida Zona Teknologi
Adhini
FiZI
Maryah
dee Adp
ahmad kadalisme
The Story Of Adya
Natan natan
Alya Ajah
Catatan Kodok
Inda bukan Indah
Jovie
Baby Pianist
Shely Blog
Yuni Blog
Vian Blog
Shinta Lutung
Adhie132
Budiero
Kiki perempuan Iseng
Oktasihotang
Lyuth Blog
Alia Blog
Kita Blog Bali(adhi & Satria)
Mama Dio (gadis beranak satu)


Komen yang udah-udah
Ini adalah blog yang membuat anda menyesal datang ke sini