Welcome Back
Setelah kurang lebih sepekan dtinggal warganya dari daerah. Jakarta kembali akan berdenyut, jalanan-jalanan yang tadinya sepi cenderung lenggang, akan kembali dipadati oleh segerombolan kendaraan Pribadi, yang menjadi raja jalanan di kota tersibuk di Indonesia ini.
Dan gue, termasuk yang bersyukur akan hadirnya para penghuni Jakarta tersebut. Gue yang gak mudik tentu sangat senang dengan keadaan ini, karena gue tidak akan kesepian lagi. Tetangga kanan-kiri yang kosong, kini riuh rendah lagi dengan segala aktifitasnya.
Memang, Kereta kelas kambing AKA KRL ekonomi yang biasa gue naikin akan kembali penuh sesak oleh pekerja-pekerja yang bermuka kuyu. Tapi, gue happy, gak akan ada lagi ke-bengong-an selama perjalanan, atau duduk santai dengan pikiran kosong.
Namun, yang paling penting, gue gak usah pusing-pusing muter-muter mencari makanan kesana kemari. Karena lapak-lapak penjual nasi akan kembali buka. Horey, gue rindu sambel kentang warteg dekat stasiun.
Kini, saatnya bagi gue dan pekerja yang lain, membanting tulang mencari sejumput uang, dikumpulkan sedikit demi sedikit, lalu kembali pulang kampung tahun depan. Sambil, berharap mudik tahun depan lebih baik dari tahun ini, gak perlu berdesak-desakkan, gak perlu bingung menghadapi calo tiket, atau gak perlu waswas menghadapi jalanan yang makin hari makin bapuk.
Fiuh, siapkan diri juga, karena kita akan sikut sana sini selama setahun ini, dan kembali membersihkan diri (lagi) ketika puasa menjelang. Kalo, yang ini gue atau sapapun gak bisa menjamin, masih diberi kesempatan atau gak.
Yah, nikmatin aja Kota Jakarta ini yang kita cintai, namun gak jarang kita makimaki..
Ah sudahlah jadi merancau begini
Salam
Tyo Sudiro
Label: jakarta, Pulang kampung




