20 Juni 2008

UAN Dan Review Buku Kolor

Pas hari Sabtu (14/06) kemarin saat gue asik lagi tidur di kasur empuk ditemani AC yang semriwing. Indah, adik perempuan gue yang paling bungsu, teriak-teriak jejingkrakan bikin heboh satu rumah om gue. Termasuk gue.

“ Kenapa lo jingkrak-jingkrak gitu ?, kayak orang gila “ Tanya gue setengah sadar karena tidur gue keganggu si Setan Kecil ini.

Ada kabar gembira mas..kabar gembira..kabar gembira “.

“ Apaan ?, Ruben Onsu di sunat ?, gue mah udah tau. Basi “. Ucap gue asal.

“ Bukanlah. Emang peduli apa si Ruben di sunat.” Protes adik gue itu.

“ Oh si **** yang ternyata pacaran ama waria?. Itu gue juga dah tau. “

“ BUKAAANNN!!!!”

“ Ya terus apaan kabar gembiranya ? “ Gue udah mulai gak sabar.

“ Gue LULUS SMA MAS..Horeeeee!!..Lulus..lulus”

“ Ooh, kirain apa “

“….”

Jelas. Adik gue itu kecewa sama reaksi gue yang biasa-biasa aja. Dan nyesel udah ngasih tau kabar gembira ini ke gue. Lebih tepatnya nyesel punya kakak kayak gue.

Tapi memang terus terang gue agak kurang suka ama kebijakan pemerintah mengenai masalah UAN (Ujian Ancurin Ndas Akhir Nasional) yang baru aja selesai pengumumannya ini.

Menurut gue batas nilai kelulusan yang sekarang ini terlalu ambisius dan cenderung gak masuk akal. Gue masih inget banget pertama kali standart kelulusan ini saat angkatan gue, ini di karenakan angka kelulusan sebelumnya sangat-sangat kacau, gue sih gak heran, bayangin aja nilai DUA (2) udah bisa LULUS. Makanya abis itu depdiknas marah-marah, dan akhirnya angkatan gue jadi ‘tumbal’ atas kebijakan yang baru pertama kali itu.

Sebenarnya sih ini merupakan kebijakan yang sangat positif bagi peningkatan mutu siswa, agar benar-benar menganggap UAN ini dengan serius dan gak di pandang sebelah mata. Apalagi ini di buat agar kita bisa sejajar dengan Negara lain. Yang ditingkat Asia Tenggara ajah kita masih kalah ama Negara Vietnam dan beda tipis ama Filippina.

Tapi ada suatu ‘blunder’ yang menurut gue ini malah sebuah boomerang bagi dunia pendidikan. Kenapa ?

  1. Peningkatan standart kelulusan yang naik tiap tahun, merupakan kebijakan yang terlalu terburu-buru dan ambisius. Ada baiknya peningkatan standart kelulusan di lakukan secepat-cepatnya 2 tahun sekali.
  2. Penyamarataan Standart kelulusan di seluruh bagian Negara Indonesia. Ini jelas sebuah keputusan yang salah, karena kita tidak bisa menyamakan tingkat pendidikan di daerah Jakarta dengan di daerah Atambua (misalanya), seharusnya di perlukan pemetaan oleh masing-masih Diknas di daerah, ya istilah kerennya otonomi daerahlah. Agar standart kelulusan bisa disesuaikan di tiap-tiap daerahnya.
  3. Standart kelulusan hanya terpaku pada 6 mata pelajaran (dulu 3) membuat kebijakaan ini tidak fair, karena lulus atau tidaknya siswa hanya terpaku pada 3 hari itu saja, tanpa memikirkan 3 tahun masa-masa dia sebelumnya.
  4. Yang terakhir dan yang paling utama dari ‘blunder’ itu adalah KENAPA KEBIJAKAN ITU DI GUNAKAN SAAT ANGKATAN GUE.KENAPA?..KENAPA?!!!!..gara-gara itu kebebasan masa-masa pacaran gue terenggut..huh AKU BENCI_BENCI.
Tapi dari itu semua adalah menurunnya kualitas dan kuantitas siswa itu sendri. Bayangkan kecerdasan emosional seorang siswa jadi terabaikan. Sehingga kita bisa lihat siswa yang lulus merayakannya dengan berlebih-lebihan dan liar, sedangkan yang tidak lulus merasa dunia akan runtuh, makanya gak heran banyak siswa yang bunuh diri atau deperesi, seperti yang kita lihat belakangan ini.

Ya pemerintah harus lebih bijak dan arif serta harus ikut mendengarkan aspirasi siswa yang menjalankan kebijakan itu, JANGAN EGOISLAH PEMERINTAH..betul gak?.Gak?..mati aja loe!!.

PS:Buat Uci dan Shiin serta anak-anak SMP lainnya semoga lulus ya..Jangan nerpeus nanti jadi herpes..Tau herpes? itu loh yang di pakai anak bayi, biar eeknya gak kemana-mana (itu Pamper s Bego!!!)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

PREVIEW Book “ The Maling Of Kolor “


Satu lagi Blogger yang menelurkan (emang bebek bertelur?) sebuah buku, judulnya cukup menusuk mata yaitu ‘ The Maling Of Kolor’.

Sejujurnya gue dah lama gak beli novel fiksi komedi kayak gini, belakangan ini gue terkontaminasi ama buku-buku Pelit atau Personal Literature. Sehingga gue sebelumnya agak ragu untuk membeli buku ini. Apalagi gue terbiasa membaca buku yang satu bab selesai.

Ide cerita ini buat gue orisinil, sebuah pencurian yang gak biasa, tentang pencurian sebuah kolor A.K.A Celana Dalam.

Kesan pertama yang gue tangkap secara keseluruhan adalah buku ini kocak, lucu, menghibur, dan penuh dengan sindiran social. Apalagi di buku ini terdapat footnote atau catatan kaki yang lucu abiiis, gue ngakak ngebacanya (ini sebuah gebrakan yang gak biasa di dunia buku komedi).

Tapi sayang buku ini alurnya terasa loncat-loncat dan mengambang, sehingga gue agak mengernyitkan dahi atas alurnya dan ending yang gue dapet. Menurut gue si penulis bisa memadatkan cerita ini agar pembaca benar-benar puas apa yang dia dapat dari buku ini. Dan gak di buat bingung tentunya.

So far, buku ini layak kalian beli kok, buat menambah wawasan tentang dunia perkoloran (lho?).

Okey, GOOD JOB Roy..

Label: , ,

Siapa Sih Lo...
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, jakarta selatan, Indonesia

Saya..Pemuda yang beranjak 17 tahun..Gak Percaya? Cek aja KTP saya...


Chat to me


Contact

E-mail :setyoprihadi@yahoo.com
FBGaptek
IM:Tyo_saksi@yahoo.com

 


Catatan Gw Yang Terbaru

Tyo dan Dunia Sekitarnya
  • Desember 2007
  • Januari 2008
  • Februari 2008
  • Maret 2008
  • April 2008
  • Mei 2008
  • Juni 2008
  • Juli 2008
  • Agustus 2008
  • September 2008
  • Oktober 2008
  • November 2008
  • Desember 2008
  • Januari 2009
  • Maret 2009
  • April 2009
  • September 2009
  • Januari 2010
  • Juni 2010
  • Mei 2011
  • Februari 2013
  • Maret 2013

  • Plurk Tyo



    Hinalah Aku



    Mampir-mampir juga ke
    Aca Aja
    Benazio
    Boditea
    Danang
    My Boss
    Adekezia
    Bajay Gaul
    Bani Teramat biasa
    Cumi cungkring
    Dimas gak keren
    Kampung Bisnis
    Ke Nezz
    manusia Juli
    Meisha
    Marlina si Vanila
    Mellovegood
    Ms Dudul
    Nia Collorfull
    Raja Upil
    Rival Blog
    Anak Patung pancoran
    Risa yang katanya Cadel
    Ridu blog
    si buntel
    sumber bagi juve mania
    Tomat pitak
    dimas novri
    Zeta blogcomic
    zonanya Bociel
    Ayu Hanafiah
    Ika-hardy
    Ipied Gokil
    paams blog
    popok bekas
    Phiee Blog
    smaragdina
    Harry-dunia maya
    angga angelina
    Maroon sanctuary
    Qempes makan pepes
    dede fortinmart
    Om Tando-wi-yahya
    Mrs Anna blog
    Slugger
    Unni Hyori penguasa 4 bahasa
    Boim LeBon
    Puzzy
    Orang Plinplan NRL
    Nico Wijaya
    Qyusha Ha..ha.ha
    Roy Si Katak
    Tante Nindya
    T C
    Raka Sunny
    Mike
    Amaterasu
    Beruang Gila
    Perih Cahaya
    Aisha
    Aluna kantong ajaib
    Isma
    Nia rama
    The Amstrong
    Ahead
    Weni na aca
    Elric Sister
    presyprezl
    ecangcut
    chiee si wanita perkasa
    Nana Blog
    Gytha Cireng
    Agrit
    MAudi yg senang ditabok
    Unee
    Chal The Kotak surat man
    Aii Imoet (yakin?)
    Uchi Autish
    BAniDotCom
    Tante eucalyptus
    The Pokari team
    Sapi Bunting
    Shabrina
    Shiinn
    The Pokari team
    renal
    Mas Antown
    Lyn
    Catatan Si Bebek
    Raida Zona Teknologi
    Adhini
    FiZI
    Maryah
    dee Adp
    ahmad kadalisme
    The Story Of Adya
    Natan natan
    Alya Ajah
    Catatan Kodok
    Inda bukan Indah
    Jovie
    Baby Pianist
    Shely Blog
    Yuni Blog
    Vian Blog
    Shinta Lutung
    Adhie132
    Budiero
    Kiki perempuan Iseng
    Oktasihotang
    Lyuth Blog
    Alia Blog
    Kita Blog Bali(adhi & Satria)
    Mama Dio (gadis beranak satu)


    Komen yang udah-udah
    Ini adalah blog yang membuat anda menyesal datang ke sini